Selamat Datang di Website Resmi Pencak Silat NU Pagar Nusa Cabang Tuban "Jadilah Pesilat Berkarakter Santri, Menjaga NKRI dan Membela Kiai"

Rabu, 25 Juli 2018

Diklat Pasukan Inti Pertama

DIKLAT PASUKAN INTI DAN PERISTIWA SETELAHNYA
OLEH : M. SUGENG, M.PdI., MHI 

DIKLAT PASUKAN INTI DI BANYUWANGI
Pada Pendidikan dan latihan ini istilah yang dipakai adalah Pendadaran yang dilakukan di lingkungan dan dialam bebas yaitu di hutan dan pantai. Pada Diklat ini para peserta yang lulus selain diberi materi fisik dan gemblengan juga masing masing peserta mendapat Tongkat Komando dari kayu stigi asli sepanjang sekitar setengah meter. 


DIKLAT PASUKAN INTI DI JEMBER
Dalam Pendidikan dan latihan ini masih menggunakan Istilah Penataran Pasukan Inti. Pada diklat ini disamping materi baku fisik beladiri PASTI juga mendapat gemblengan langsung dari KH Muzakki (Pengasuh PP Al Qadiri Jember) selaku tuan rumah.

Pada kegiatan ini juga pertama kali dirumuskan Beladiri efektif khusus Pasukan Inti dengan nama BUSER (buru sergap). Buku yang disusun semalam jadi atas usulan para Pendekar dan Dewan Khos ini sayangnya tidak diterbitkan dan hanya sebagai dokumen atas pertimbangan tingkat bahayanya pemakainan jurus ini.


DIKLAT PASUKAN INTI DI SURABAYA
Pada Pendidikan dan Latihan ini digembleng oleh K.H. Masduqi Mahfudz ( Rois Syuriah PWNU Jatim), di Makam Pemimpin Para Wali Sonngo, Sunan Ampel Surabaya dengan didahului Istighotsah dan Tahlil. 

Di Surabaya pula pertama kali Pasukan Inti memiliki Diklat Pasukan Inti Baku yang dipersiapkan dalam rangka pengamanan MUNAS NU di Asrama Haji Sukolilo. Meski demikian diklatnya dilaksanakan di Taman Makam Bungkul Jl. Raya Darmo Surabaya.

DIKLAT PASUKAN INTI DI GRESIK
Diklat pasukan Inti di Gresik menggunakan nama Pembekalan Khusus dan dilaksanakan di Pondok pesantren Qomaruddin. Pondok ini merupakan Pondok pesantren keluarga dan dibawah asuhan K.H. Robbah Maksum ( Bupati Gresik kala itu).

Pada Pembekalan Khusus ini Pasukan Inti mendapat Gemblengan dari Bpk Sohiran, KH Sa’dan maftuh dan KH Robbah Maksum. Pasukan juga diperkenalkan Jurus Ciparian dan Menyaksikan langsung penyuntingan ( pembukuan) Jurus Taqarrub. Sayangnya jurus ini baru sampai tahab sketsa, sedangkan tindak lanjut sampai dibakukan tertunda sampai sekarang.

Sementara itu sejarah mencatat untuk penugasan Pasukan Inti mulai terlihat pada saat Ijazah Akbar di Tambaksari Surabaya pada 25 Desember 1997 dan Ijazah Kubro bertempat di Makodam Brawijaya V Surabaya pada tanggal 28 Mei 1998.

PERISTIWA NINJA DAN ISU SANTET
Tidak salah ternyata prediksi para Kiai Sepuh dan Orang orang Khusus yang memberi saran pembentukan Pasukan Inti, kejadian kejadian yang menuntut penanganan dengan keahlian sangat khusus secara beruntun terjadi dikantong kantong NU. Sebagian peristiwa yang menggejala dan menjadi fenomena Nasional adalah peristiwa ninja dan isu santet.

Terkait isu santet kiranya cukup dengan kutipan pemaparan dari Komandan Pasukan Inti sebagai Wakil Ketua Tim Investigasi Kasus Santet yang dibentuk PWNU Jawa Timur H. Timbul Wijaya sebagai berikut :

Isu santet di banyuwangi terjadi dalam beberapa gelombang dan gelombang akhir akhir lebih parah setelah adanya radiogram pendataan para dukun santet oleh Bupati banyuwangi. Dari penelitian ini digambarkan sebagai operasi yang sangat sistematis dan massif yang melibatkan orang orang sangat terlatih.

Mengingat situasi dan kondisinya yang sangat besar sampai sampai tim ini menyimpulkan bahwa sangat sulit rasanya untuk diselesaikan secara hukum secara tuntas mengingat yang terlaibat hampir merata. Satu satunya solusi yang harus dan ternyata dapat dilakukan adalah menghentikan bencana ini dengan melibatkan semua warga yang wilayahnya terkena teror.

Pola pola demikian tidak jauh berbeda di seluruh wilayah di jawa Timur. Didahului dengan tehnik pengkondisian secara psikologis bagi warga dengan isu isu bahwa dalam waktu dekat akan menjalar teror ninja yang bisa memanjat dinding dan kebal senjata. Tehnik ini biasanya disebarkan lewat orang orang yang secara psikologis mudah dipengaruhi terutama ibu ibu. Selanjutnya ada kehebohan dengan adanya listrik padam atau kehebohan di tengah malam terutama menjelang dan sesudah subuh. 

Karena massif dan meratanya teror ini dengan kesiapan warga NU, respon Banser, Pasukan Inti dan Pengurus NU serta Kiai Kiai yang bahu membahu menyiagakan warga, santri dan pasukannya, sampai sampai teror yang gagal dan pelaku yang tertangkap pun tidak sedikit. Meski secara identitas dan motif serta modusnya telah banyak diketahui oleh warga NU berdasar yang ketangkap dan gagal meneror, tetapi atas kearifan dan pertimbangan yang lebih besar NU Banser dan Pasukan Inti tidak terlalu berharap banyak dan ngotot penyelesaian ini secara hukum mengingat sudah tahu relatif persis siapa yang dihadapi.  Satu satunya pilihan paling mungkin adalah yang penting teror ini berhenti. Dan terbukti sampai hari ini tak ada penyelesaian yang jelas.



MASA REFORMASI
Selama masa reformasi Pasukan Inti terus menerus mempersolid diri dan berkonsolidasi sekaligus membentuk pasukan pasukan di daerah daerah se Indonesia. Sosialisasi tehnis dan Gemblengan digencarkan baik yang langsung mendatangkan Penggembleng Pagar Nusa Pusat maupun Tokoh tokoh daerahnya masing masing.

Pada masa ini disinyalir Gus Dur yang nota bene representasi NU akan mendukung Megawati yang representasi PDI yang dikenal kritis terhadap Pemerintahan saat itu. Didukung pula fakta tekanan terhadap NU sungguh sangat luar biasa sehingga mau tidak mau justru organisasi ini menjadi lebih menyiapkan diri menghadapi tekanan dan terlatih serta imun terhadap segala bentuk intimidasi.

Salah satu reaksi dan bentuk pertahanan di NU adalah konsolidasi dan pembentukan organ organ yang dianggap urgen saat itu. Disini organisasi yang berbentuk pasukan seperti Banser, Pasukan Inti, CBP dan Kelompok Santri Keamanan Pondok sangat diharapkan dan menjadi tumpuan warga. [adm/sek]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar