Selamat Datang di Website Resmi Pencak Silat NU Pagar Nusa Cabang Tuban "Jadilah Pesilat Berkarakter Santri, Menjaga NKRI dan Membela Kiai"

Kamis, 26 Juli 2018

Sejarah Berdirinya Pasukan Inti Pagar Nusa

BERDIRINYA PASUKAN INTI
OLEH : M. SUGENG, M.PdI., MHI

Aspek paling dominan yang melatar belakangi berdirinya Pasukan Inti Pagar Nusa adalah adanya saran, prediksi, dan Isyarah dari para Kiai Sepuh kepada Bapak Prof. Dr. H. Suhar Billah, S.H., LLT., MBA. dalam rangka menghadapi tantangan masa depan dari Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Isyarah dari begitu banyak Kiai Sepuh baik yang disowani langsung maupun lewat telepon serta sebagian kiai sepuh tersebut tidak berdasarkan pribadi melainkan ada yang meenyandarkan kepada isyarah yang diterima dari tokoh yang sudah wafat. Isyarah isyarah, saran saran serta petunjuk petunjuk itu, ditambah analisa yang  dilakukan terhadap fenomena realitas dan kondisi yang menyertai saat itu membuat Beliau ( Prof. H. Suhar Billah ) yakin akan pentingnya dibentuk sebuah pasukan yang diambil dari anggota pilihan yang ada di Perguruan ini.

Sementara itu fakta situasi dan kondisi yang lebih dekat juga sangat membutuhkan kehadiran sebuah Pasukan yang ramah terhadap masyarakat dan tidak terlalu militeristik yang bisa langsung melayani, mengayomi, dan berpartisipasi langsung terhadap kehidupan warga masyarakat, terlebih warga NU.



Di sisi lain Pagar Nusa adalah Organ NU yang bergerak khusus dibidang Pencak Silat dengan segala aspeknya. Salah satu kompetensi yang dianggap oleh NU dimiliki oleh Pagar Nusa adalah Bidang Pengamanan disamping yang telah lebih dulu eksis yaitu Banser. Dibelakang hari langkah Pagar nusa ini juga diikuti IPNU dengan membentuk Corp Brigade Pembangunan (CBP).

Melalui beberapa kali rapat yang dilakukan oleh Dewan Khos dengan frekwensi yang sering dan berdekatan waktu akhirnya dibentuklah pasukan yang diberi nama Pasukan Inti tepatnya pada tanggal (****) di Jl. Raya Darmo 96 Surabaya. Selanjutnya pasukan ini sengaja diakronimkan menjadi PASTI dengan harapan lebih mudah dihafal dan dikenal, lebih tegas memberi arti dan makna serta lebih pasti dalam tujuan.

Meski demikian pada awalnya banyak yang salah faham dikira Pasukan Berani Mati (waktu itu Pasukan Berani Mati belum populer sebagaimana di masa demo demo Bela Gus Dur). Pasukan Berani mati baru merupakan peristilahan populer film action semacam “Die Hard” atau film perjuangan “Halilintar”.

Rapat pembentukan dilakukan di beberapa tempat dengan sistem bergilir sesuai kesepakatan sebagaimana rapat rapat yang selalu diadakan Dewan khos. Tokoh yang hampir selalu hadir dalam rapat pembentukan itu antara lain :

Prof. H. Suhar Billah (Ketua)
H. Ismail (Aspri Prof. H. Suhar Billah)
Timbul Wijaya, S.H. (belakangan jadi Komandan PASTI Nasional yang pertama)
Drs. H. Husnan Sanusi (Sekjend Pagar Nusa)
Bpk. Mahfudz Chaidari, B.A. (Perumus Jurus paling produktif)
H. Khoirul Anam (Ahli Gemblengan Gresik)
H. Afandi (ahli dibidang kepasukanan dan Komandan Banser)
H. Sunoto (Beladiri china dan Penghubung Kiai Sepuh daerah malang dan sekitarnya)
Kiai Dzulqornain (Ahli Gemblengan Banyuwangi)
Bpk. Zainal Suwari (Anggota termuda Dewan Khos)

Semua nama sebagaimana tersebut merangkap sebagai anggota Dewan Khos, sedang penyebutan keterangan hanya sebagai kapabilitas bidangnya masing masing. Anggota lain memang hadir tetapi tidak seaktif sebagaimana nama nama tersebut.

Tentu saja rapat dan hasilnya selalu seizin tokoh sentral dan Guru Besar Pagar Nusa K.H. Agus Maksum Jauhari (Lirboyo Kediri). Komunikasi intensif terus dilakukan dalam hal ini diwakilkan ke Prof. Suhar Billah baik melalui telepon maupun sowan langsung, selama pembentukan Pasukan ini. [adm/sek]

2 komentar:

  1. Wah ingin rasanya saya masuk pasukan inti pagarnusa,,,salam 86 dari pagarnusa cimahi bandung raya,,,kunjungan balik ya kang ke blog saya,,,saya juga memposting pengalaman saya ikut pagarnusa,tes kenaikan Tingkat dan training of trainer sejawa barat,,,mungkin bisa bekerja sama kang,,,trima kasih

    BalasHapus
  2. Wah mantap kang sejarahnya,,,lain kali mungkin bisa dishare juga kang tentang biografi gus maksum jauhari

    BalasHapus