Selamat Datang di Website Resmi Pencak Silat NU Pagar Nusa Cabang Tuban "Jadilah Pesilat Berkarakter Santri, Menjaga NKRI dan Membela Kiai"

Sabtu, 17 November 2018

Nama Jurus Pagar Nusa

Oleh : M. Sugeng (Sesepuh Pagar Nusa)

Surabaya - Pada awal penyusunannya Jurus Penyeragaman Pagar Nusa itu meliputi Inventarisasi Gerak Dasar, Mengingat banyaknya Pencak Silat Pesantren yang terwadahi dalam kerangka efektifitas dibuatlah invetarisasi model matrik Gerak Dasar.

Proses penyusunan matrik gerak dasar ini bukan sekali jadi melainkan berproses lama dalam bentuk berkali kali pertemuan, sekarang lebih keren disebut Work Shop tetapi dengan intebsitas dan stressing lebih mendalam.

Dalam perjalanannya inventarisasi ini gerak dasar ini ternyata tidak bisa terpisahkan dengan gerak yang kadang berupa rangkaian atau kuncian dll.
Hal demikian masih terlacak dalam buku materi gerak dasar yang ternyata isinya ada yang berupa rangakaian pendek atau rangkaian kuncian.

Tak kurang dalam Penyusunan ini seluruh Pendekar sepuh memperagakan sekaligus memaparkan, berargumen serta mempertahankan keaslian serta efektifitasnya. Bahkan KH Agus Maksum Jauhari sendiri dengan tanpa membeda bedakan juga turun Praktek sekaligus mengulas dan mempertahankan, sampai kadang harus dikeroyok banyak Pendekar dalam praktiknya.

Dalam Buku Gerak Dasar yang usulan Gus Maksum yang disepakati Para Pendekar antara lain Kuncian, Patahan, dan Belaan jika diserang dari belakang dsb. Ketika Gerak Dasar selesai tersusun mengingat Kebutuhan di lapangan dan atas inisiatip Para Pendekar disusunlah Rangkaian Dasar yang dikemudian hari dikenal dengan sebutan Senam Dasar.

Penyusunan Senam Dasar ini berproses lebih lama dan berpindah pindah tempat pertemuan mulai di Jl  Raya Darmo 96, di Lirboyo, Pasuruan (Baujeng), Pondok Pesantren Sidosermo, Situbondo (Rumah H Abdurrahman Surya), Lumajang (R H Timbul Wijaya) dll. Dalam kerangka ilmiah dan sistematisasi susunan, maka Senam Dasar dibuat dengan Format Salam dan 9 rangkaian yang masing masing didahului sikap. Satu rangkaian terdiri dari 4 hitungan yang bisa berupa 4 gerakan atau lebih dengan satu langkah (arah mata angin) dan kembali sikap.

Sengaja dalam penyusunannya disesuaikan dengan perkembangan peserta didik silat yang dalam bahasa awam dikategorikan berdasar usia Pendidikan Formal. Semua aspek memang telah diperhitungkan matang baik dari sisi kemudahan (Yassiru wala tu'assiru), Pola langkah (satu langkah kembali), Jumlah dan tingkat kesulitannya bedasar usia yang tepat, efektifitas penbelajaran dll.

Pada awalnya yang tersusun baru berupa jurus A, kemudian dikemudian hari dibuatkan jawabannya yaitu B. Pertanyaan tentang penamaan, sesuai proses yang memang disistemasi sesuai usia Pendidikan Formal tersebut secara alami terbawa dalam penerapan dan sosialisasinya mengingat belum ada kesepakatan baku dari Para Pendekar dan Penyusun.

Baru setelah Munas 2 (mohon koreksi bila salah) nama disepakati secara baku yaitu Jurus Paket, Senam Dasar I, II, dst. Kemudian mengingat rangkaiannya terdiri serang bela maka diberi keterangan A dan B, Nah sampai sekarang yang populer dan dikenal oleh Anggota dan pelatih adalah nama Paket dan Tingkatan sesuai Pendidikan Formal itu. Sedang penamaan Senam Dasar I-A I-B II-A II-B dst kurang memasyarakat.

Agaknya perkembangan Natural lebih membudaya sebagai kultur dibanding nama Formalnya yang hanya tertulis di Buku dan Dokument. [dna]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar